
Hari/tanggal : Rabu / 20 Maret 2024
PENILAIAN HARIAN TEMA 8 SUBTEMA 1
Selamat pagi,,,,Tabik pun
Pada
hari ini kita akan melaksanakan Penilaian HarianTema 8
Subtema 1 , tapi sebelumnya Bu Guru akan melakukan apersepsi berupa tanya
jawab tentang materi, yang mana kemarin kita sudah belajar
tentang materi tema 8 subtema 1 dari pembelajaran 1 sampai 6.
Bu Guru akan memberikan evalauasi tentang materi yang sudah
bu guru sampaikan dan menilai hasil tugas siswa, seandainya masih ada para
ananda yang masih belum paham dengan materi ini, ananda silahkan
bertanya di kolom komentar blog ini.
Demikianlah
pembelajaran kita hari ini semoga nilai ulangan harian ananda semua
mendapatkan nilai yang terbaik.
Tema 8 : Lingkungan
Sahabat Kita
Sub Tema 2 : Perubahan Lingkungan
Pembelajaran
ke- : 1 dan 2
Muatan
Terpadu : IPA ( KD 3. 8, 4. 8),
Bahasa Indonesia (KD 3. 8, 4. 8), SBdP (KD 3. 3, 4. 3)
Tujuan
Pembelajaran :
1. Setelah membaca materi yang ada di blog guru, peserta didik dapat
menyebutkan peristiwa-peristiwa atau tindakan pada teks nonfiksi dengan benar.
2. Setelah membaca materi yang ada di blog guru, peserta didik dapat
mengidentifiksi faktor-faktor yang mempengaruhi siklus air dengan benar.
3. Setelah membaca materi yang ada di blog guru, peserta didik dapat
mengidentifiksi berbagai bentuk pola lantai tari dengan baik.
Bahasa Indonesia
(KD 3. 8, 4. 8)
Mengidentifikasi
Urutan Peristiwa dalam Teks Nonfiksi :
- Cara mengidentifisasi urutan peristiwa dalam
teks nonfiksi :
-
Baca teks dengan saksama
dari awal hingga akhir teks.
-
Temukan kalimat utama
atau gagasan pokok pada setiap paragraf.
-
Tandai kata atau kalimat
yang kamu anggap sebagai kata kunci.
-
Mancatatnya dalam bentuk
peta konsep atau diagram alir.
Contoh diagram alir :
Mengidentifikasi
Peristiwa Penting dalam teks Nonfiksi dengan Menjawab Pertanyaan
Peristiwa penting dapat diketahui dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan teks.
Berikut fungsi kata tanya :
|
No.
|
Kata
Tanya
|
Fungsi Kata Tanya
|
|
1
|
Apa
|
Menanyakan keadaan, perilaku, atau
penjelasan isi teks.
|
|
2
|
Di mana
|
Menanyakan tempat suatu peristiwa
berlangsung, lokasi yang akan dituju, serta tempat yang sedang digunakan
dalam teks.
|
|
3
|
Kapan
|
Menanyakan waktu terjadinya suatu keadaan atau
peristiwa (jam, hari, tanggal, bulan, tahun ataupun lamanya sebuah kejadian)
dalam teks
|
|
4
|
Siapa
|
Menanyakan pelaku yang terkait atau turut
serta dalam suatu peristiwa kejadian dalam teks
|
|
5
|
Mengapa
|
Menanyakan alasan atau sebab sebuah
peristiwa terjadi dalam teks
|
|
6
|
Bagaimana
|
Menanyakan cara atau proses sebuah
peristiwa berlangsung, serta untuk menanyakan keadaan atau kejelasan satu hal
dalam teks
|
|
7
|
Berapa
|
Menanyakan banyak, jumlah, atau satuan dan
berupa angka
|
IPA (KD 3. 8, 4. 8)
Faktor-faktor yang
Memengaruhi Siklus Air dalam Tanah
Tanah
memiliki kemampuan menyimpan air. Dalam siklus air, tanah berperan penting
dalam menyimpan air. Air tanah sangat berguna saat menghadapi musim kemarau.
Air masuk ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Proses masuknya airke dalam
pori-pori tanah dinamakan infiltrasi.
Proses infiltrasi secara lambat akan membawa air tanah kembali ke laut. Air
tanah biasanya lebih jernih dan bersih karena sudah tersaring oleh lapisan
tanah dan perakaran tumbuhan.
Faktor-faktor
yang memengaruhi air tanah adalah sebagai berikut :
1. Curah hujan
Curah hujan berpengaruh pada tanah
karena sumber air tanah berasal dari curah hujan yang turun. Semakin banyak
curah hujan yang turun, semakin banyak pula cadangan air tanah yang tersimpan.
2. Material batuan
Air menyerap ke dalam batuan
melalui celah batuan. Lapisan tanah yang mengandung banyak batuan akan
menyimpan air sehingga air bertahan lebih lama di dalam tanah.
3. Lereng pegunungan
Air tanah akan mudah disimpan di
lingkungan yang datar atau tingkat kemiringan yang rendah. Jika air diserap di
lahan yang sangat miring, air tersebut akan tetap mengalir sehingga air yang
tersimpan hanya sedikit.
4. Keberadaan tumbuhan (vegetasi)
Tumbuhan berperan dalam
menggemburkan tanah sehingga air hujan dapat terserap dan tersimpan dengan baik
di dalam tanah. Air tanah yang tersimpan di daerah pegunungan akan bertahan
lebih lama sehingga menjadi cadangan air pada musim kemarau.
Apa yang akan terjadi jika semakin
banyaknya pembangunan permukiman, gedung, dan jalan raya?
Hal tersebut akan mengganggu
peranan tanah dalam menyerap dan menyimpan air. Jika air tidak tersimpan, kita
tidak memiliki cadangan air saat menghadapi musim kemarau. Selain itu, banjir
dan tanah longsor juga dengan mudah terjadi karena berkurangnya daerah resapan
air.
Pengaruh Siklus Air pada Musim Kemarau (1)
Air bermanfaat bagi kehidupan
mahluk hidup di Bumi. Adanya siklus air menyebabkan ketersediaan air di daratan
tetap terjaga. Siklus air dipengaruhi oleh suhu lingkungan, cuaca, hujan, dan
keseimbangan lingkungan. Salah satu tahap siklus air adalah evaporasi.
Evaporasi adalah penguapan air dari Bumi menuju atmosfer.
Evaporasi mengubah air berwujud
cair menjadi air berwujud gas. Semakin tinggi panas matahari, maka jumlah air
yang menjadi uap air dan yang naik ke atmosfer juga semakin banyak. Pada musim
kemarau, uap air yang diuapkan jauh lebih banyak sehingga berdampak pada
permukaan bumi.
Musim kemarau yang berlangsung
terus menerus dapat menyebabkan hal-hal berikut :
- Berkurangnya sumber air minum.
-
Persawahan menjadi kering dan tanah menjadi retak-retak.
-
Banyak hewan yang akan mati karena tidak mendapatkan sumber air.
-
Gagal panen karena banyak tumbuhan yang layu dan mati.
-
Penambak tidak dapat membudidayakan ikan dan hewan air lainnya.
Untuk
mengatasi hal itu, sebaiknya kita bijak dalam memanfaatkan air, misalnya
menutup keran air jika tidak digunakan atau membuat penampungan air. Selain
itu, pada musim kemarau petani juga dapat menanam tanaman palawija, seperti
jagung yang tidak banyak memerlukan air.
SBdP
(KD 3. 3, 4. 3)
Pola
Lantai Gerak Tari
Garis
imajiner yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari disebut pola
lantai. Pola lantai merupakan garis imajiner yang dibuat oleh formasi
penari kelompok. Secara umum, pola lantai berupa garis lurus atau garis
lengkung. Bentuk pola garis lurus dapat dikembangkan menjadi berbagai pola
lantai, di antaranya horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag,
segitiga, segi empat, dan segi lima. Bentuk pola garis lengkung dapat dikembangkan
menjadi berbagai pola lantai, di antaranya lingkaran, angka delapan, garis
lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang.
Perhatikan
gambar-gambar berikut.